INTISARI

Kami merupakan pabrik coklat asli Bali dan pertama di dunia yang memproduksi varian lengkap dari dark chocolate, non-dairy milk chocolate, dan white chocolate yang sepenuhnya plant-based. Pada tahun 2010, kami mulai memproduksi coklat-coklat premium yang dibuat oleh tangan-tangan terampil langsung ditempat kakao tumbuh. Berawal dari bangunan kecil dengan atap jerami lebih dari satu dekade lalu, kini menjadi pabrik kelas dunia dengan mesin modern Eropa. Selain itu kami telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan Standar Internasional untuk menghasilkan coklat terbaik dunia.

KAKAO

Ketika kami mulai memproduksi coklat pada 2010, sebagian besar petani tak lagi menanam kakao. Hama merajalela, kualitas kakao buruk, dan harganya jauh di bawah harga pasar. Sedikit sekali petani yang bertahan. Selama dua tahun, kami bekerja tanpa lelah memberikan edukasi kepada petani bagaimana cara terbaik menanam kakao. Model pertanian sederhana namun ramah lingkungan, menggunakan mikroorganisme, pengelolaan hama yang benar, dan menghindari penggunaan bahan kimia. Kami juga mengajari mereka bagaimana teknik pasca panen mulai dari fermentasi, sampai pengeringan dengan sinar matahari, sehingga mampu menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi. Dalam dua tahun itu, petani mampu memproduksi biji kakao dua kali lebih banyak dan lebih berkualitas. Kami pun berani membeli kakao petani dengan harga lebih tinggi, bahkan sampai dua kali lipat dibanding sebelumnya.

GULA KELAPA

Dari kakao, kita beralih ke bahan lain dari produk kami. Bahan terbesar kedua kami setelah kakao adalah gula. Ketika kami mulai bekerjasama dengan petani lokal pada 2014, kualitas gula berbahan kelapa dan lontar yang dihasilkan sangat rendah. Terlalu tinggi kadar air, dan tingkat kemurniannya rendah. Pelan tapi pasti, kami mengedukasi mereka bagaimana menghasilkan gula bermutu. Dan kami berhasil mengubahnya secara dramatis. Kini, para petani lokal sudah mampu menghasilkan gula kelapa berkualitas tinggi, yang bernilai ekonomi memadai buat mereka, karena kami membelinya dengan harga yang juga tinggi.

KACANG METE & KELAPA

Bahan ketiga terbesar Pod Chocolate adalah susu bubuk. Indonesia tidak memproduksi susu bubuk yang cocok untuk coklat sehingga kami melakukan impor dari Australia, Selandia Baru, atau Jerman, yang notabene adalah susu hewani. Kami kemudian termotivasi untuk mengembangkan sendiri alternatif susu plant-based yang ramah lingkungan. Apalagi setelah mengetahui bahwa untuk membuat susu hewani, banyak dampak negatif seperti perlakuan tidak sepantasnya kepada hewan dan biaya lingkungan yang tinggi. Kami yakin susu plant-based lebih baik untuk masa depan bumi. Kami pun berhasil mencapai tujuan yaitu membuat non-dairy milk chocolate yang lembut dan lebih lezat dibanding susu hewani. Klik disini untuk pelajari lebih jauh mengenai manfaat mengkonsumsi plant-based.

BUKAN COKLAT
BATANGAN BIASA

Pada tahun 2017, kami mulai memproduksi berbagai jenis coklat, bukan hanya coklat batangan biasa. Coklat yang digemari masyarakat biasanya memiliki kandungan lebih dari 50% gula (gula pasir), menggunakan susu hewani, dan mengandung minyak kelapa sawit. Persebaran coklat semacam itu ikut serta menyebabkan hilangnya lahan habitat orangutan, gajah, dan harimau. Kami telah melihat kerusakan ini secara langsung dan ingin menciptakan coklat sesuai filosofi kami yaitu plant-based, berkelanjutan, sehat, dan lezat. Itulah sebabnya, Pod Chocolate menciptakan sederet produk selai coklat plant-based nan lezat seperti coklat & kacang tanah, coklat & hazelnut, coklat & kacang mete, dan lainnya. Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan rasa alami dari coklat batangan kami.

DAMPAK COVID-19

Setelah selama 3 tahun terakhir, kami selalu melipatgandakan produksi dan penjualanan kami. Di pertengahan tahun 2020 kami berencana memperbesar pabrik kami 2 kali lipat dan membangun sarana yang baru untuk pengunjung kami, namun saat ini masih tertunda. Hal ini tidak merubah jiwa pengusaha kami yang tetap berjuang menghadapi situasi krisis ini. Tahun 2020 ini adalah waktu yang penuh tantangan dalam perjalan panjang perusahan kami, dimana dalam kesempatan ini akan menjadikan kami lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih berat di masa depan. Kami melakukannya dengan mengembangkan jaringan pasar online, menciptakan produk baru, berinovasi sesuai trend, juga menjalin kerjasama baru ke seluruh dunia. Hubungi kami (di sini) untuk informasi lebih lengkap.

RENCANA KE DEPAN

Kami tetap berkomitmen mengumpulkan dana melalui kombinasi investasi langsung, crowdfunding, dan pengajuan kredit untuk memperluas fasilitas pabrik, menyebarkan produk ke pasar global, dan terus mendukung masyarakat lokal.

 

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi atau mendukung rencana ekspansi kami, hubungi kami di sini

Team

Toby Garritt

Co-Founder & CEO
Director, PT Bali Coklat

Toby adalah pria kelahiran Adelaide Australia dan lulusan Le Cordon Bleu & Asosiasi Hotel Swiss tahun 1999. Ia pindah ke Bali pada tahun 2001 dan mendirikan bisnis pertamanya di bidang pariwisata. Pada 2006, ia menjual bisnisnya lalu beralih ke program pengembangan perlindungan hutan, konservasi alam, dan energi terbarukan. Bersama Michael Robison, Toby sukses mengumpulkan dana lebih dari US$ 5 juta untuk program pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas termasuk proyek konservasi hutan berbasis karbon (REDD+) seluas 250.000 hektare, dan program energi terbarukan agro-forestry. Selain itu, Toby juga sempat menjabat sebagai penasihat kebijakan lingkungan Gubernur Papua (Gugus Tugas Iklim & Hutan) sampai tahun 2011.


Pada tahun 2010, Toby mencicipi buah kakao segar untuk pertama kalinya. Bersama Michael Robison, ia berinvestasi membeli mesin skala kecil untuk melihat kemungkinan membuat coklat berkualitas tinggi dari biji kakao Indonesia. Dampak krisis keuangan dan ketidakpastian kebijakan iklim pada 2011, meyakinkan Toby untuk menjadikan coklat sebagai pilihan bisnis berikutnya. Bisnis coklat sangat menarik karena terbukti tahan guncangan krisis.

Toby memiliki pemahaman memadai dalam proses pembuatan coklat. Ia juga punya pengalaman dan keterampilan kewirausahaan. Kombinasi kedua hal itu menjadikan Toby mampu menerapkan sistem dan fokus pada pertumbuhan bisnis. Dan tentu saja, hasrat besarnya pada pengembangan serta penyempurnaan produk coklat. Tujuan utamanya bukan hanya menjadikan Pod sebagai coklat masa depan. Melainkan juga untuk nilai dan strategi Pod yang berkelanjutan dan penuh keuntungan, agar mampu membangun paradigma baru dalam seluruh bisnisnya di masa depan.

Pada tahun 2020-2021 ini, fokus Toby adalah memperkuat daya tahan perusahaan melalui inovasi dan efisiensi, dengan tetap melanjutkan pertumbuhan Pod yang eksponensial, melalui pengembangan kemitraan internasional dan pengumpulan dana untuk ekspansi. Toby menikah dengan Inda dan memiliki dua anak remaja. Selain keluarga dan coklat, Toby memperhatikan dan menyukai alam juga mempunyai hobi fotografi. Untuk lebih mengenal Toby, dapat mengunjungi www.tobygarritt.com.

Selengkapnya

Michael Robison

Co-Founder
Director, Bean to Bar Investments & Trading (HKG)

Selama lebih dari 20 tahun, Michael menginisiasi dan berinvestasi di perusahaan teknologi serta proyek lingkungan termasuk sebagai Pendiri dan Direktur “Climate Friendly” (www.climatefriendly.com). Sebuah usaha untuk menetralkan efek rumah kaca dan mengembangkan perkebunan berkelanjutan yang sangat terkenal di Australia (www.emeraldvalleyvilla.com). Michael menjual perkebunan itu pada 2010 lalu pindah ke Asia. Bersama Toby, ia terlibat dalam konservasi, pembangunan berkelanjutan, dan energi terbarukan di Indonesia. Bersama Toby pula selama lebih dari satu dekade berinvestasi dan mengembangkan Pod Chocolate.

IDA BAGUS NAMA RUPA (GUSDE)

Director, PT Bali Coklat

Gusde terlibat di Pod Chocolate sejak awal. Pria asli Bali ini menjadi Direktur dan Pemegang Saham perusahaan pada 2016. Gusde berpengalaman lebih dari 24 tahun di bidang pariwisata, punya relasi yang bagus dengan pemerintahan serta berbagai lembaga, dan berpengetahuan amat luas tiada banding tentang budaya unik Bali dan dikenal sebagai penekun olah raga alam. Dengan pengalaman dan pengetahuannya itulah, dia berhasil mengembangkan Edutourisme Pod. Ditengah kesibukannya, beliau juga berkiprah sebagai kordinator gerakan relawan kemanusiaan (bencana alam, pandemi covid, dan pendidikan).

Inda Trimafo Yudha

Commissioner, PT Bali Coklat

Inda berasal dari salah satu keluarga kerajaan terkemuka di Bali dan cucu Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai (menjadi nama bandara internasional Bali). Inda sukses membangun bisnis keluarganya 'A True Bali Experience' yang meliputi Bali Elephant Camp dan Ayung River Rafting. Ia juga aktif sebagai Ketua Junior Chamber Indonesia (JCI) chapter Bali, dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Jaringan luasnya mengantarkan Inda sukses menjadi anggota DPRD Kabupaten Badung periode 2019-2024.

Suratto Siswodihardjo

Commissioner, PT Bali Coklat

Suratto adalah pensiunan bintang satu TNI Angkatan Udara. Ia pernah memegang posisi dewan komisaris beberapa BUMN seperti Angkasa Pura I & II. Pak Suratto pernah menjadi anggota Komisaris PT Pelindo IV. Pak Suratto punya semangat besar dalam bidang filantropi, terutama membantu masyarakat kurang mampu di sekitarnya. Dia mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang kesehatan (Klinik Rumah Sehat Cikeas), pendidikan (Sekolah Alam Cikeas), dan Rumah Peduli Anak TKI (RPATKI), serta Istana Anak Yatim. Ia aktif merenovasi rumah tak layak huni dan memberi makan gratis untuk masyarakat tak mampu.

KARIR

Posisi yang kami cari tercantum di sini dan di halaman LinkedIn kami. Jika posisi yang Anda kuasai tidak ada dalam daftar namun Anda merasa dapat memberikan nilai tambah kepada perusahaan, silakan lengkapi aplikasi di bawah ini:





    Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan Kebijakan Privasi Google serta Persyaratan Layanan berlaku.